MENGULAS ISI TEKS CERPEN

Bacalah cerpen berikut!

Waktu yang hilang

Azzam Abdurrahman

Waktu memiliki bentuk. Ia bukan sekadar angka di jam dinding atau detik yang berdetak. Ia hidup. Ia bergerak. Ia abadi. Di semesta ini, waktu terus terjaga. Tak pernah terlelap. Tak pernah berhenti.

Pagi itu, Vidya berjalan menyusuri gang sempit berbatu, membawa arloji kecil berhias perak. Orang-orang tak pernah tahu ke mana ia pergi. Orang-orang hanya berpikir bahwa kota itu selalu damai, dan waktu di sana tak pernah terganggu. Hujan turun saat dibutuhkan. Musim berganti dengan mulus. Anak-anak tumbuh dalam ritme yang lembut. Bunga bermekaran dengan cinta dan kasih.

Namun tak ada yang tahu harga dari semua itu. Di bawah kota itu, tersembunyi sebuah ruang yang hanya bisa dibuka dengan arloji itu. Dindingnya terukir dengan mantra tua dalam bahasa yang telah lama dilupakan. Di dalamnya, berdiri jam besar dari kaca dan emas, berdetak dengan denyut kehidupan sendiri.

Vidya berdiri di sana dan memutar ulang waktu — bukan dunia, tapi luka-luka kecil yang tak kasatmata. Tangan anak yang patah karena jatuh dari pohon. Hati seorang ibu yang hampir putus karena surat dari medan perang. Seorang pemuda yang nyaris putus asa setelah kehilangan kakaknya.

Ia menghapus sedikit rasa sakit itu. Menambalnya. Menyulam waktu agar tak runtuh. Namun setiap kali ia melakukannya, ia membayar dengan ingatannya sendiri. Vidya sudah lupa siapa namanya dulu. Ia tak ingat mengapa ia menerima tugas ini, hanya bahwa ia harus melakukannya. Karena apabila ia berhenti, waktu akan kembali liar — dan dunia akan belajar betapa kejamnya arus waktu yang tak dikendalikan.

Suatu malam, seorang anak laki-laki mengikutinya. Ia bernama Yudra, dan ia membawa arloji berkarat milik ibunya yang sudah mati. “Nona Penjaga,” katanya. “Bisakah waktu diputar cukup jauh untuk membuat seseorang kembali?”

Vidya menatap arloji di tangannya. Detaknya mulai berat. Setiap putaran terasa lebih lambat.

“Aku bisa memutar waktu,” katanya, suaranya seberat batu dan angin. “Tapi tidak untuk membuatmu lupa bahwa orang yang kau cintai pernah pergi.”

Yudra menunduk. Lalu mengangguk. “Kalau begitu… bisakah kau simpan rasa sakit ini agar aku bisa tertawa lagi, meski sedikit saja?”

Vidya tersenyum. Ia meraih arloji dan memutarnya satu kali.

Esok pagi, kota itu tetap damai. Waktu berjalan seperti biasa. Tapi Vidya tak terlihat lagi. Hanya arlojinya yang tertinggal di bangku taman, berdetak pelan — mengingatkan bahwa ada seseorang, suatu saat, yang akan membayar waktu dengan hidupnya sendiri.

Jawablah pertanyaan berikut di buku bahasa Indonesia! 

  • Apa judul cerpen yang kamu baca?
    Jawaban: ………………………………………

  • Siapa pengarang cerpen Waktu yang Hilang?
    Jawaban: ………………………………………

  • Cerpen Waktu yang Hilang termasuk jenis cerita apa?
    Jawaban: ………………………………………

  • Siapakah tokoh utama dalam cerpen tersebut?
    Jawaban: ………………………………………

  • Jelaskan watak tokoh Vidya berdasarkan cerita!
    Jawaban: ………………………………………

  • Siapa tokoh Yudra dan apa perannya dalam cerita?
    Jawaban: ………………………………………

  • Di mana latar tempat utama dalam cerpen Waktu yang Hilang?
    Jawaban: ………………………………………

  • Bagaimana suasana yang tergambar dalam cerpen tersebut?
    Jawaban: ………………………………………

  • Apa konflik utama yang dialami oleh tokoh Vidya?
    Jawaban: ………………………………………

  • Sebutkan tema utama cerpen Waktu yang Hilang!
    Jawaban: ………………………………………

  • Bagaimana alur cerita dalam cerpen tersebut (maju/mundur/campuran)?
    Jawaban: ………………………………………

  • Apa amanat atau pesan moral yang dapat kamu ambil dari cerpen ini?
    Jawaban: ………………………………………

  • Menurut pendapatmu, apa kelebihan cerpen Waktu yang Hilang?
    Jawaban: ………………………………………

  • Menurut pendapatmu, apakah cerpen ini memiliki kekurangan? Jelaskan!
    Jawaban: ………………………………………

  • Bagaimana penilaianmu secara keseluruhan terhadap cerpen Waktu yang Hilang?
    Jawaban: ………………………………………

  •  

     


    Posting Komentar

    0 Komentar